Letnan Kolonel Dave Eastburn mengatakan kepada Reuters pada hari Rabu 26-9-2018 bahwa bomber-bomber itu berpartisipasi dalam “operasi gabungan yang dijadwalkan secara rutin” yang merupakan bagian dari “acara rutin yang dirancang untuk meningkatkan kesiapan dan interoperabilitas kami dengan mitra dan sekutu kami di wilayah ini.”
“Militer Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan pada waktu dan tempat yang kami pilih,” tambah Eastburn.
Bomber B-52 pada hari Selasa dilaporkan dikawal oleh jet tempur Jepang saat mereka terbang melalui Kepulauan Diaoyu, menurut CNN. Meskipun pulau-pulau tak berpenghuni dikendalikan oleh Jepang, Cina telah mengklaim mereka sebagai miliknya.
Ketika ditanya tentang flybys minggu ini, Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan kepada wartawan di Pentagon pada hari Rabu bahwa penerbangan itu “tidak ada yang luar biasa.”
“Itu terus berlangsung. Jika 20 tahun lalu, dan [China] tidak memiliterisasikankan fitur-fitur itu di sana, sama saja bomber lain akan membuat lintasannya dalam perjalanan ke Diego Garcia atau ke mana pun,” katanya. Diego Garcia, pulau terbesar di Kepulauan Chagos, digunakan oleh AS sebagai pangkalan militer di wilayah tersebut.
Perkembangan terakhir adalah pihak berwenang China menolak kapal serbu amfibi Angkatan Laut AS USS Wasp berlabuh di Hong Kong setelah AS menjatuhkan sanksi kepada militer China karena membeli peralatan militer Rusia. Kapal yang ditolak itu adalah bagian dari kelompok yang beroperasi di kawasan Indo-Pasifik, menurut Bloomberg.
Militer.Org menampilkan Seluruh kegiatan Militer Negara Kesatuan Republik Indonesia,
Baik TNI dan Polri, Sumber yang kami dapat berasal dari berbagai sumber online dan
Sumber lapangan langsung
FOR INFO CALL US
08155559151 | 08175115325
corpsmilitary@gmail.com
from Portal Berita Militer https://ift.tt/2xVDuzg
Portal Berita Militer
